Qada Dan Qadar Merupakan Ketetapan Allah SWT

Assalamualaikum kepada muslimin dan muslimat yang dirahmati Allah S.W.T

Iman Kepada Qada dan Qadar

Kata qada artinya ketentuan, penetapan, pemberitahuan, kehendak atau perintah. Jadi qada adalah ketetapan Allah SWT semenjak zaman azali, sesuai dengan iradah-Nya segala sesuatu yang berkenaan dengan makhluk. Segala sesuatu yag terjadi dalam alam ini semuanya tidak terlepas dari ketentuan Ilahi. Adapun qadar artinya perwujudan dari ketetapan Allah SWT terhadap aemua makhluk dalam kadar dan bentuk tertentu sesuai dengan kehendak dan kekuasaan-Nya.

Berdasarkan penjelasan diatas, sangat jelas bahwa antara qada dan qadar erat sekali hubungannya, sebab qadar atau takdir pada hakikatnya merupakan perwujudan dari qada Allah SWT yang sudah ada sejak zman azali. Oleh karena itu qadar senantiasa sama dengan qada yang telah ditetapkan Allah sebeumnya.

Setiap mukmin wajib beriman kepada qada dan qadar. Adapun pengertian iman sebagai mana hadis berikut,

“Iman artinya kamu beriman kepada Allah, dan malaikat-malaikat-Nya, dan kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya dan hari akhir dan qadar yang baik dan yang buruk.”

(H.R Muslim)

Iman kepada qada dan qadar artinya mempercayai dengan sepenuh hati bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah menurut hukum atau aturan yang telah ditentukan oleh Allah SWT. Allah SWT berfirman,
مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الأرْضِ وَلا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

Artinya,

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lohmahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.”

(Q.S. Al Hadid Ayat 22)

Ayat diatas menunjukan bahwa takdir Allah memang benar-benar ada, baik itu sesuai dengan keinginan manusia atau tidak sesuai dengan harapan manusia.

Iman kepada qada dan qadar merupakan rukun iman yang ke-6. Seorang mukmin wajib mengimani adanya qada dan qadar Allah itu benar adanya. Qada dan qadar ini menunjukkan bahwa kekuasaan Allah itu bersifat mutlak dan tidak ada yang kusa menolaknya. Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini ada ukurannya, telah ditentukan, dan direncanakan oleh Allah SWT. Firman Allah SWT,

يَكَادُ الْبَرْقُ يَخْطَفُ أَبْصَارَهُمْ كُلَّمَا أَضَاءَ لَهُمْ مَشَوْا فِيهِ وَإِذَا أَظْلَمَ عَلَيْهِمْ قَامُوا وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَذَهَبَ بِسَمْعِهِمْ وَأَبْصَارِهِمْ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jika Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.”

(Q.S. Al Baqarah Ayat 20)

Qada dan qadar Allah ini tidak dapat diketahui oleh manusia, sehingga manusia wajib berikhtiar, baik secara lahiriah maupun batiniah. Ikhtiar secara lahiriah misalnya dengan usaha, kerja atau belajar bagi seorang pelajar, usaha dagang bagi pedagang, bertani bagi petani dan sebagainya. Manusia wajib berusaha untuk mengubah nasibnya agar menjadi lebih baik, sebab Allah tidak akan merubah nasib seorang kecualiorang tersebut yang merubahnya, sehingga nasib seseorang menjadi lebih baik atau lebih buruk itu tergantung usaha manusia itu sendiri. Firman Allah SWT,

لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلا مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ

“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”

(Q.S. Ar Ra’d Ayat 11)

Takdir biasanya baru bisa diketahui oleh manusia  dengan kenyataan atau perristiwa yang telelah terjadi. Misalnya, terjadinya kematian yang menimpa manusia atau terjadinya bencana yang menimpa manusia, baik itu gempa bumi maupun tsunami. Sebelum kejadian tersebut tak ada seorangpun yang mengetahuinya.

Contoh-contoh diatas menjadi bukti bahwa takdir Allah itu memang ada. Bukti-bukti adanya takdir Allah antara lain sebagai berikut:

  1. Setiap manusia tidak dapat memilih bangsa dan tanah airnya ketika ia dilahirkan.
  2. Setiap manusia tidak dapat memilih dan tidak dapat mengetahui, kapan dan dimana ia dilahirkan.
  3. Setiap manusia tidak dapat memilih dan tidak dapat mengetahui, kapan dan di mana ia meninggal dunia.
  4. Setiap manusia tidak daat memilih bapak dan ibunya ketika ia dilahirkan.
  5. Setiap manusia tidak dapat memilih jenis kelamin dan bentuk tubuhnya ketika ia dilahirkan.

Secara umum takdir Allah SWT terhadap makhluk-Nya dapat dibagi menjadi dua, yaitu :

  1. Takdir Mu’allaq

Dari segi bahasa mu’allaq artinya sesuatu yang digantungkan.  Jadi, takdir mu’allaq berarti ketentuan Allah SWT. yang mengikutsertakan peran manusia melalui usaha atau ikhtiarnya. Dan hasilnya akhirnya tentu saja menurut kehendak dan izin dari Allah SWT. takdir mu’allaq dapat diubah sesuai dengan ikhtiar dan usaha manusia dan kehendak Allah. Misalnya : kepintaran, kekayaan, kesehatan dan sebagainya. Takdir mu’allaq ini didasarkan kepada firman Allah SWT,

لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلا مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ

“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”

(Q.S. Ar Ra’d Ayat 11)

Untuk menjadi pandai atau kaya seseorang tidak boleh hanya duduk berpangku tangan menunggu datangnya takdir tapi ia harus mengambil peran dan berusaha. Untuk menjadi pandai kita harus belajar, untuk menjadi kaya kita harus bekerja keras dan hidup hemat dan untuk menjadi sehat kita harus menjaga kebersihan.

  1. Takdir Mubram

Secara bahasa, mubram artinya sesuatu yan sudah pasti atau tidak dapat dielakan atau tidak dapat dihindari. Jadi, takdir mubram merupakan ketentuan mutlak dari Allah SWT. yang pasti berlaku atas setiap diri manusia, tanpa bisa dielakkan atau ditawar-tawar lagi, dan tanpa ada campur tangan atau rekayasa dari manusia. Contoh takdir mubram antara lain:

  1. Jenis kellamin
  2. Warna kulit
  3. Kelahiran
  4. Kematian
  5. Terjadinyahari kiamat.

Hikmah beriman kepada qada dan qadar:

  1. Dapat menentramkan jiwa
  2. Dapat menumbuhkan sikap sabar dalam diri manusia
  3. Bertambah dekat dengan Allah SWT
  4. Dapat menjauhkan sifat sombong
  5. Dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah
  6. Dapat memberi kemantapan hati untuk memilih yang hak (benar) dari pada yang bathil (sesat)
  7. Dapat menumbuhkan sikap rajin berikhtiar
  8. Dapat menumbuhkan sikap optmis dan menghindarkan sikap mudah putus asa.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s